a
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Senin, 02 November 2015
Tantangan Pendidikan di Daerah Terpencil
21.58
Umum
JAKARTA - Pendidikan di Indonesia belum merata. Kesenjangan kualitas pendidikan antara di kota dengan di daerah terpencil masih tinggi. Padahal, Indonesia membutuhkan SDM bermutu untuk mengelola kekayaan alam yang berlimpah ruah.
Support Coordinator Sekolah Anak Indonesia dari Yayasan Alirena, Yuni Chairani mengatakan, kinerja dan profesionalitas tenaga pendidik di daerah terpencil masih rendah.
"Masalah pendidikan di daerah tertinggal itu cukup luas. Selain masalah guru, kesadaran orangtua akan pendidikan masih rendah, fasilitas jauh berbeda dengan di kota," ujarnya di sebuah seminar dalam Pameran dan Konferensi Pendidikan GESS 2015 belum lama ini.
Selain itu, lanjut dia, masalah yang dihadapi, yakni pola pembelajaran anak yang masih konvensional. Sebab, guru hanya menerangkan secara ceramah, tanpa ada inovasi atau modifikasi sistem pembelajaran.
"Untuk itu kami mencoba mengubah sistem pembelajaran di sekolah-sekolah pedalaman," imbuhnya.
Sebaga percontohan, Yuni dan timnya mengambil daerah Kabupaten Lanny Jaya, Papua Tengah. Yuni menjelaskan, mulai kelas 4 SD, para siswa akan masuk asrama. Sekolah unggulan tersebut, kata Yuni, diharapkan dapat mencetak calon generasi yang dapat meneruskan pembangunan di Papua. Oleh karena itu, meski gratis, siswa yang ingin masuk asrama harus sudah bisa membaca.
"Ada seleksinya, sambil mengajarkan mereka profesional juga," ucapnya.
Untuk menghasilkan mutu pendidikan yang baik, para guru pun dikirim khusus ke daerah pedalaman. Hal ini juga dinilai sebagai tantangan lantaran sulit mencari guru yang mau dikirim ke sana.
"Inginnya cari guru dari Papua juga, tapi mereka tidak bisa instan, harus dibimbing dulu. Mungkin tahun depan baru ada rencana. Sementara guru yang dikirim ke sana juga harus dikontrol," tukasnya.
Support Coordinator Sekolah Anak Indonesia dari Yayasan Alirena, Yuni Chairani mengatakan, kinerja dan profesionalitas tenaga pendidik di daerah terpencil masih rendah.
"Masalah pendidikan di daerah tertinggal itu cukup luas. Selain masalah guru, kesadaran orangtua akan pendidikan masih rendah, fasilitas jauh berbeda dengan di kota," ujarnya di sebuah seminar dalam Pameran dan Konferensi Pendidikan GESS 2015 belum lama ini.
Selain itu, lanjut dia, masalah yang dihadapi, yakni pola pembelajaran anak yang masih konvensional. Sebab, guru hanya menerangkan secara ceramah, tanpa ada inovasi atau modifikasi sistem pembelajaran.
"Untuk itu kami mencoba mengubah sistem pembelajaran di sekolah-sekolah pedalaman," imbuhnya.
Sebaga percontohan, Yuni dan timnya mengambil daerah Kabupaten Lanny Jaya, Papua Tengah. Yuni menjelaskan, mulai kelas 4 SD, para siswa akan masuk asrama. Sekolah unggulan tersebut, kata Yuni, diharapkan dapat mencetak calon generasi yang dapat meneruskan pembangunan di Papua. Oleh karena itu, meski gratis, siswa yang ingin masuk asrama harus sudah bisa membaca.
"Ada seleksinya, sambil mengajarkan mereka profesional juga," ucapnya.
Untuk menghasilkan mutu pendidikan yang baik, para guru pun dikirim khusus ke daerah pedalaman. Hal ini juga dinilai sebagai tantangan lantaran sulit mencari guru yang mau dikirim ke sana.
"Inginnya cari guru dari Papua juga, tapi mereka tidak bisa instan, harus dibimbing dulu. Mungkin tahun depan baru ada rencana. Sementara guru yang dikirim ke sana juga harus dikontrol," tukasnya.
Informasi Pembayaran dan Juknis Tunjangan Profesi Tahun 2015
01.49
Umum
Pada tahun anggaran 2015, penyaluran
tunjangan profesi bagi seluruh guru Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD)
lulusan program sertifikasi tahun 2006 sampai dengan tahun 2014
dibayarkan melalui dana transfer daerah. Sedangkan penyaluran tunjangan
profesi bagi guru bukan PNS dan guru PNS binaan provinsi dan pengawas
satuan pendidikan dibayarkan melalui pusat.
Pada tahun 2015, mekanisme yang digunakan untuk pelaksanaan pembayaran tunjangan profesi dilakukan melalui 2 cara yaitu dengan cara sistem digital Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan manual. Melalui sistem digital, pemberkasan tidak lagi seluruhnya dilakukan secara manual tetapi dilakukan secara online melalui Dapodik diperbaharui (updated) secara terus menerus.
Untuk kelancaran penyaluran tunjangan profesi pendidik bagi guru pegawai negeri sipil daerah melalui mekanisme dana transfer daerah, maka perlu disusun Petunjuk Teknisnya. Petunjuk Teknis ini merupakan acuan bagi pengelola baik di tingkat pusat maupun daerah serta para pemangku kepentingan pendidikan.
Terkait beredarnya berita tentang terjadinya perubahan mekanisme persyaratan, pemberian dan pembayaran tunjangan profesi yang isunya melekat pada gaji, maka dengan ini diinformasikan bahwa sampai saat ini regulasi terkait dengan isu tersebut belum ada, sehingga dapat dipastikan tidak ada perubahan pada mekanisme persyaratan, pemberian dan pembayaran tunjangan profesi pada tahun 2015.
Pada tahun 2015, mekanisme yang digunakan untuk pelaksanaan pembayaran tunjangan profesi dilakukan melalui 2 cara yaitu dengan cara sistem digital Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan manual. Melalui sistem digital, pemberkasan tidak lagi seluruhnya dilakukan secara manual tetapi dilakukan secara online melalui Dapodik diperbaharui (updated) secara terus menerus.
Untuk kelancaran penyaluran tunjangan profesi pendidik bagi guru pegawai negeri sipil daerah melalui mekanisme dana transfer daerah, maka perlu disusun Petunjuk Teknisnya. Petunjuk Teknis ini merupakan acuan bagi pengelola baik di tingkat pusat maupun daerah serta para pemangku kepentingan pendidikan.
Terkait beredarnya berita tentang terjadinya perubahan mekanisme persyaratan, pemberian dan pembayaran tunjangan profesi yang isunya melekat pada gaji, maka dengan ini diinformasikan bahwa sampai saat ini regulasi terkait dengan isu tersebut belum ada, sehingga dapat dipastikan tidak ada perubahan pada mekanisme persyaratan, pemberian dan pembayaran tunjangan profesi pada tahun 2015.













